Review Film Oldboy

review-film-oldboy

Review Film Oldboy. Film Oldboy versi 2003 yang disutradarai Park Chan-wook kembali mencuri perhatian di akhir 2025 ini. Meski sudah berusia lebih dari dua dekade, thriller balas dendam asal Korea Selatan ini terus dibicarakan, terutama setelah dokumenter khusus tentang sang sutradara dan warisannya tayang baru-baru ini. Cerita tentang seorang pria yang dikurung selama 15 tahun tanpa alasan, lalu dilepas untuk mencari pembalasannya dalam waktu singkat, tetap memberikan dampak kuat. Dengan twist mengejutkan dan kekerasan yang intens, film ini tidak hanya menjadi ikon sinema Korea, tapi juga memengaruhi banyak karya thriller psikologis di seluruh dunia. Hingga kini, Oldboy sering disebut sebagai salah satu film paling berani dan berkesan abad ini. BERITA BOLA

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film Oldboy

Oldboy mengikuti Oh Dae-su, seorang pebisnis biasa yang tiba-tiba diculik dan dikurung di ruangan tertutup selama 15 tahun tanpa kontak manusia. Ia hanya diberi televisi dan makanan, sambil menyaksikan dunia luar berubah, termasuk berita bahwa ia dituduh membunuh istrinya. Saat dilepas secara mendadak, Dae-su diberi waktu lima hari untuk menemukan siapa dalang di balik penyekapannya. Perjalanannya penuh aksi brutal, seperti adegan pertarungan koridor dengan palu yang ikonik, serta pertemuan dengan seorang wanita muda yang membantunya. Alur cerita penuh misteri, dengan flashback yang perlahan mengungkap motif balas dendam yang rumit dan tragis. Twist di akhir begitu mengguncang, membuat penonton mempertanyakan batas moral dan konsekuensi obsesi, hingga klimaks yang meninggalkan rasa pahit.

Akting dan Penampilan Para Pemain: Review Film Oldboy

Choi Min-sik sebagai Oh Dae-su memberikan performa yang luar biasa, menggambarkan transformasi dari pria biasa menjadi sosok penuh amarah dan trauma dengan begitu meyakinkan. Ia bahkan memakan gurita hidup sungguhan untuk adegan ikonik, menunjukkan dedikasi total. Yoo Ji-tae sebagai antagonis utama membawa aura dingin dan manipulatif yang sempurna, menciptakan kontras kuat dengan Dae-su. Kang Hye-jeong dalam peran pendukung wanita turut menambah lapisan emosional, dengan chemistry yang intens. Sutradara Park Chan-wook berhasil mengarahkan para aktor untuk mengeksplorasi sisi gelap manusia, membuat setiap ekspresi dan gerakan terasa nyata. Adegan aksi, terutama pertarungan satu lawan banyak yang difilmkan dalam satu take panjang, menjadi bukti kemampuan teknis sekaligus akting fisik yang mengesankan dari seluruh pemain.

Tema dan Warisan Film

Oldboy mendalami tema balas dendam yang destruktif, rahasia masa lalu, serta dampak trauma psikologis yang tak terhapuskan. Film ini mengeksplorasi bagaimana satu kesalahan kecil bisa memicu rantai tragedi, dengan elemen tabu yang ditangani secara berani. Visualnya yang stilish, seperti penggunaan warna hijau-merah dan simetri, memperkuat nuansa neo-noir. Warisannya semakin kuat di 2025, dengan diskusi tentang pengaruhnya terhadap gelombang sinema Korea global. Adegan koridor sering ditiru tapi tak pernah tertandingi, sementara twist cerita menjadi benchmark thriller modern. Film ini bagian dari trilogi balas dendam sutradara, tapi berdiri sendiri sebagai karya paling ikonik, terus menginspirasi pembuat film untuk berani menggali sisi gelap kemanusiaan.

Kesimpulan

Oldboy bukan hanya film balas dendam biasa, melainkan eksplorasi mendalam tentang harga obsesi dan rahasia yang menghancurkan. Dengan arahan brilian, akting memukau, dan tema yang abadi, ia tetap relevan dan mengguncang meski sudah lama dirilis. Bagi penonton baru, ini adalah pengalaman yang tak terlupakan, sementara yang sudah lama mengenalnya bisa kembali menghargai kedalaman ceritanya. Sebuah mahakarya yang membuktikan kekuatan sinema dalam menyentuh isu manusiawi paling dalam, layak ditonton ulang kapan saja.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *