Review Film Naruto Shippuden the Movie

review-film-naruto-shippuden-the-movie

Review Film Naruto Shippuden the Movie. Film Naruto Shippuden the Movie yang dirilis pada 2007 masih jadi entri pertama era Shippuden yang paling ikonik bagi penggemar lama. Sebagai movie keempat secara keseluruhan dan yang pertama di bawah branding Shippuden, cerita ini membawa Naruto, Sakura, Neji, dan Rock Lee dalam misi lindungi pendeta Shion yang punya kemampuan ramal kematian. Saat Shion meramalkan kematian Naruto sendiri, tim harus lawan kelompok ninja yang ingin bangkitkan roh iblis Moryo untuk hancurkan dunia. Dengan nuansa lebih gelap dibanding film Naruto sebelumnya, movie ini tawarkan aksi intens dan sedikit misteri supernatural. BERITA BASKET

Plot dan Elemen Cerita: Review Film Naruto Shippuden the Movie

Cerita dimulai dengan ramalan mencekam bahwa Naruto akan mati lawan monster, tapi ternyata itu visi Shion tentang masa depan. Tim Kakashi (dengan Neji dan Lee gantikan Kakashi) ditugaskan escort Shion ke kuil untuk segel ulang Moryo, iblis kuno yang tubuhnya terpisah dari rohnya. Penjahat utama Yomi dan empat bawahannya—dengan kekuatan elemen unik—coba gabungkan kembali iblis itu untuk ciptakan kerajaan abadi. Plotnya fokus pada perlindungan dan balas dendam, dengan twist backstory Shion sebagai pendeta yang dikorbankan sejak kecil. Meski filler total dan tidak canon, cerita ini beri ruang untuk Naruto tunjukkan tekadnya lawan takdir, plus momen teamwork yang solid antar karakter pendukung.

Aksi dan Animasi yang Menonjol: Review Film Naruto Shippuden the Movie

Aksi jadi highlight utama: pertarungan melawan empat penjaga Moryo penuh variasi jutsu elemen, dari petir hingga batu, dengan koreografi cepat dan efek chakra yang mengesankan untuk 2007. Duel Rock Lee vs salah satu musuh sering dipuji sebagai yang terbaik, mirip gaya klasik brutal. Animasi Studio Pierrot di movie ini lebih halus dibanding episode TV awal Shippuden, dengan latar kuil dan gua yang atmosferis plus efek segel iblis yang dramatis. Naruto pakai kekuatan Kyuubi lebih awal, bikin penggemar waktu itu excited, meski sekarang terasa standar dibanding movie kemudian.

Nilai Nostalgia dan Kelemahan

Sebagai transisi ke era Shippuden, film ini lebih dewasa dengan tema kematian dan pengorbanan, tapi tetap pertahankan humor Naruto yang hiperaktif dan interaksi tim lucu. Shion sebagai karakter tamu punya backstory menarik, meski hubungannya dengan Naruto terasa dipaksakan. Kelemahan utama: plot agak predictable, beberapa adegan filler-like, dan akhir yang formulaik. Saat rilis, sukses besar di Jepang, tapi kritikus bilang terlalu serius untuk ukuran movie Naruto awal. Hingga kini, ia punya nilai nostalgia tinggi sebagai pintu masuk Shippuden, meski tidak sekuat Bonds atau Will of Fire.

Kesimpulan

Naruto Shippuden the Movie adalah starter solid untuk era baru Naruto dengan aksi brutal, ramalan maut yang tegang, dan fokus pada tekad melawan takdir. Meski plot sederhana dan nuansa gelap yang kadang berlebih, film ini tetap menghibur bagi penggemar yang ingin lihat Tim 7 awal Shippuden beraksi. Di antara movie Shippuden, ini bukan yang terbaik tapi punya tempat spesial sebagai yang pertama—layak ditonton ulang untuk rasa petualangan supernatural dan momen heroik Naruto klasik.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *