Review Film Salt

review-film-salt

Review Film Salt. Film Salt yang dirilis pada 2010 kembali menjadi sorotan di akhir 2025 ini, terutama setelah popularitasnya melonjak lagi di layanan streaming dan sering dibahas sebagai salah satu spy thriller wanita yang berpengaruh. Disutradarai oleh Phillip Noyce, film ini dibintangi Angelina Jolie sebagai Evelyn Salt, agen CIA yang tiba-tiba dituduh sebagai mata-mata Rusia. Dengan durasi sekitar 100 menit, Salt menawarkan aksi cepat, twist berlapis, dan pertanyaan identitas yang tegang. Meski awalnya direncanakan untuk aktor pria, peran ini diubah untuk Jolie, dan hingga kini film ini diingat karena penampilan intensnya serta pendapatan global lebih dari 293 juta dolar. BERITA TOGEL

Alur Cerita dan Twist yang Menegangkan: Review Film Salt

Salt dimulai dengan adegan interogasi di Korea Utara di mana Evelyn Salt disiksa sebelum ditukar tahanan. Dua tahun kemudian, ia hidup tenang sebagai agen CIA bersama suaminya ahli arachnida. Segalanya berubah saat pembelot Rusia bernama Orlov menuduh Salt sebagai sleeper agent yang akan bunuh presiden Rusia di pemakaman wakil presiden Amerika. Salt kabur, memicu kejar-kejaran besar. Alur penuh twist: apakah Salt benar mata-mata, patriot, atau ada agenda lain? Cerita bergerak cepat dari Washington ke New York, dengan pengungkapan bertahap tentang program rahasia Rusia. Liev Schreiber sebagai atasan Ted Winter dan Chiwetel Ejiofor sebagai agen Peabody menambah ketegangan, sementara twist akhir membuka kemungkinan sekuel yang sayangnya tak pernah terealisasi.

Aksi Intens dan Penampilan Angelina Jolie: Review Film Salt

Kekuatan utama Salt ada pada sequence aksi yang realistis dan brutal. Jolie lakukan hampir semua stunt sendiri—lompat dari jembatan ke truk bergerak, kejar-kejaran motor di highway, hingga pertarungan tangan kosong di Gedung Putih. Adegan-adegan ini dirancang praktikal, minim efek digital berlebih, membuatnya terasa mendebarkan dan grounded. Jolie tampil dominan sebagai Salt: dingin, cerdas, dan mematikan, tapi juga rentan saat melindungi suami. Transformasi fisiknya—dari rambut pirang ke hitam, disguise berulang—menambah lapisan misteri. Sinematografi gelap dan editing cepat memperkuat nuansa paranoia, sementara musik James Newton Howard tingkatkan pulse tiap chase scene.

Tema Identitas dan Relevansi hingga Kini

Film ini mengeksplorasi tema loyalitas ganda, manipulasi intelijen, dan identitas yang bisa dipalsukan di era Perang Dingin lanjutan. Salt jadi simbol agen yang terjebak antara dua dunia, mirip Bourne tapi dengan perspektif wanita yang jarang saat itu. Di akhir 2025, Salt semakin dihargai sebagai pionir action heroine modern, menginspirasi banyak film setelahnya dengan lead wanita tangguh. Meski plot kadang terasa berlebihan dan ending agak terbuka, ia tetap entertaining sebagai thriller murni tanpa pretensi berat. Kritikus saat rilis memuji energi Jolie, meski beberapa sebut cerita terlalu mirip Bourne trilogy.

Kesimpulan

Salt tetap menjadi spy thriller yang solid dan menghibur, didorong penampilan memukau Angelina Jolie serta aksi nonstop yang inovatif. Dengan twist cerdas, pacing cepat, dan tema identitas yang relevan, film ini sukses gabungkan elemen klasik mata-mata dengan pendekatan modern. Meski tak seikonik beberapa rivalnya, ia patut diingat sebagai salah satu vehicle terbaik Jolie di genre action. Di tengah banyak spy film saat ini, Salt masih layak ditonton ulang sebagai adrenalin murni yang tak membosankan—bukti bahwa agen wanita bisa sama mematikannya dengan yang pria, dan bahkan lebih misterius.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *