Review Film Set It Off

review-film-set-it-off

Review Film Set It Off. Set It Off adalah film kriminal aksi yang rilis pada 1996, disutradarai oleh F. Gary Gray. Film ini mengisahkan empat wanita Afrika-Amerika dari Los Angeles yang terjebak dalam situasi ekonomi sulit dan memutuskan merampok bank sebagai jalan keluar. Dengan pemeran utama Jada Pinkett Smith, Queen Latifah, Vivica A. Fox, dan Kimberly Elise, ditambah dukungan dari John C. McGinley dan Blair Underwood, film ini menggabungkan elemen heist klasik dengan kritik sosial tajam terhadap ketidakadilan rasial, kelas, dan gender. Meski tidak sebesar blockbuster besar, Set It Off berhasil jadi salah satu film paling berpengaruh dalam genre kriminal tahun 90-an karena keberaniannya menempatkan wanita kulit hitam sebagai pusat cerita, bukan sekadar pendukung. BERITA TERKINI

Plot dan Alur Cerita: Review Film Set It Off

Cerita berpusat pada empat sahabat: Stony (Jada Pinkett Smith), yang kehilangan adiknya karena kekerasan polisi; Cleo (Queen Latifah), sopir taksi lesbian yang keras kepala; T.T. (Vivica A. Fox), ibu tunggal yang berjuang membesarkan anak; dan Frankie (Kimberly Elise), pegawai bank yang dipecat secara tidak adil. Setelah berbagai pukulan hidup—PHK, kemiskinan, dan diskriminasi—mereka memutuskan merampok bank untuk mengubah nasib. Alur cerita berjalan dengan tiga tahap utama: perencanaan yang sederhana tapi cerdas, eksekusi perampokan yang semakin berani, dan pengejaran polisi yang ketat. Setiap perampokan punya ketegangan sendiri, dengan puncak di adegan akhir yang penuh emosi dan tragis. Meski plotnya mengikuti formula heist standar, film ini berhasil membuatnya terasa segar berkat fokus pada motivasi pribadi para karakter dan kritik sosial yang kuat terhadap sistem yang meminggirkan mereka.

Penampilan Pemeran dan Dinamika Karakter: Review Film Set It Off

Keempat aktris utama memberikan penampilan yang sangat kuat dan saling melengkapi. Jada Pinkett Smith sebagai Stony membawa intensitas emosional yang membuat penonton peduli pada perjuangannya. Queen Latifah sebagai Cleo mencuri perhatian dengan karisma besar dan keberanian membawa karakter lesbian yang kompleks tanpa stereotip. Vivica A. Fox sebagai T.T. memberikan kedalaman pada ibu tunggal yang rela melakukan apa saja demi anaknya, sementara Kimberly Elise sebagai Frankie menunjukkan transisi dari wanita biasa menjadi bagian dari tim perampok dengan sangat meyakinkan. Dinamika keempatnya terasa seperti keluarga sungguhan—saling dukung, bertengkar, tapi tetap kompak meski situasi semakin buruk. John C. McGinley sebagai detektif yang mengejar mereka memberikan kontras yang baik, sementara Blair Underwood sebagai kekasih Stony menambah lapisan emosional. Ensemble ini jadi kekuatan utama film—mereka membuat penonton merasakan ikatan dan konflik internal dengan sangat nyata.

Kelebihan dan Kekurangan Secara Keseluruhan

Kelebihan terbesar Set It Off ada pada pendekatan yang jujur terhadap isu kelas, ras, dan gender. Film ini tidak hanya tentang perampokan, tapi juga tentang bagaimana sistem ekonomi dan keadilan sering kali memojokkan orang biasa hingga mereka terpaksa melawan. Adegan aksi cukup intens dan realistis, terutama perampokan terakhir yang penuh ketegangan. Musik hip-hop dan R&B era 90-an juga mendukung suasana dengan sangat baik. Kekurangannya adalah beberapa dialog terasa klise dan pacing di bagian tengah agak lambat. Endingnya tragis dan terasa sangat kuat, tapi bisa terasa terlalu berat bagi penonton yang mencari hiburan ringan. Secara keseluruhan, film ini berhasil jadi hiburan aksi yang cerdas sekaligus punya pesan sosial yang mendalam, meski tidak selalu mulus dalam eksekusi narasi.

Kesimpulan

Set It Off adalah film kriminal yang lebih dari sekadar heist biasa—ia cerita tentang empat wanita yang memilih melawan sistem yang terus menekan mereka. Meski plotnya sederhana dan beberapa bagian terasa klise, kekuatan utamanya ada pada penampilan ensemble yang luar biasa, dinamika kelompok yang terasa autentik, dan kritik sosial yang tetap relevan hingga sekarang. Bagi penggemar genre heist yang suka cerita dengan substansi, atau siapa saja yang ingin melihat representasi kuat perempuan kulit hitam di film aksi, film ini sangat layak ditonton. Ini bukan karya sempurna, tapi hiburan yang punya hati, pesan, dan momen-momen yang sulit dilupakan. Jika belum menonton atau ingin rewatch, siapkan tisu—karena film ini tidak takut menunjukkan sisi tragis dari perjuangan yang mereka jalani.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *